Kamis, 13 Januari 2011

part 7 season 2 fiction story / cerita fiksi

"Stephani! Kiyoshi! Where are you?" teriak orang-orang yang mencari kami. Kiyoshi menjawab mereka, "we are here. Help us!?". Setelah sekian lama kami saling berteriak dan mencari akhirnya mereka menemukan kami, kami pun dapat keluar. Saat keluar semua telah menanti, Lisa berlari dan memelukku Lisa tampak seperti orang yang habis menangis. Begitu pula Sarah segera berlari memeluk Kiyoshi. Ada sedikit rasa cemburu namun aku tak bisa berbuat apa-apa, karena tidak ada yang boleh mengetahui hubungan kami. "are you okay?", tanya Obama pada kami berdua. "yeah, we are okay", jawab Kiyoshi. "I'm sorry to tell you about that story, Stephani", kata Obama penuh penyesalan. Aku tersenyum, "It's okay, look I'm okay now". "but why you can there with her?", tanya Obama penasaran. Kiyoshi hendak menjawab namun ragu, "I. , emm I . . . .", sangat ingin melanjutkan aku memotong nya dan berkata, "he tells me he lose his way when he walk in the vicinity, then he met me. Sorry I answer it, I just don't like he ramblings", kataku agar tak terdengar curiga. Obama hanya mengangguk saja. "sorry, how about the engegement event?", tanya ku penasaran. "it will pending until two weeks later", kata Sarah sedih. Aku merasa senang karena pertunangan nya ditunda, tapi aku hanya diam karena semua tampak kecewa. Lalu kami pun diantar pulang kerumah kami masing-masing. Kiyoshi dan aku turun ditempat yang sama karena rumah kami bertetangga. Kami diturunkan didepan rumah Kiyoshi. "kenapa tadi kamu berbohong", tanya Kiyoshi. Aku menundukan kepala "maaf, aku hanya takut om Obama akan melakukan hal buruk padamu". "baiklah, aku mengerti. Kemudian aku akan mengantarmu pulang", kata Kiyoshi. Aku segera menolak nya, "tidak perlu tempat ku kan cuma disebelah rumahmu". Kiyoshi yang ngotot berkata, "seorang pria tidak akan membiarkan pasangan nya pulang sendirian". Kemudian aku tersenyum dan berkata, "baiklah". Saat berada tepat didepan kostanku, Kiyoshi mencium keningku, "selamat malam", katanya. Aku tersenyum dan membalasnya, "selamat malam". Aku pun berbalik dan masuk kekamarku. Aku segera melihat keluar, Kiyoshi sudah dimenuju rumahnya. Lalu aku menjatuhkan diri ketempat tidur. Malam itu aku tidur dengan sangat nyenyak bahkan tanpa mimpi. . .

To be continue. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar