"liat deh Lis, Kiyoshi itu kayak cewek ya?", kataku. "hush! Diam steph, nanti dia dengar", sahut Lisa. "aduh Lis, kita jauh dari dia, ga mungkin dia bisa dengar". Lisa membalasku lagi "terserah padamu saja, aku tidak perduli". "kamu ini penakut", kataku lagi. Aku terus membicarakan Kiyoshi Sakurazuka yang benar-benar terlihat seperti perempuan, bahkan wajah seorang perempuan tulen pun tidak akan secantik wajahnya, tapi jangan salah dia tetap seorang pria tulen dengan wajah yang luar biasa cantik. "tuh dia ngelihatin kita, kayak kamu bicara terlalu keras. Ayo kita pergi!?", kata Lisa tiba-tiba yang dari tadi hanya diam saja. Lisa segera menarik ku pergi. Aku yang bingung cuma ikut saja. Tak lama kami berjalan ingin pergi dari taman, tiba-tiba sebuah tangan menjitak kepala ku dengan kuat dan membuat aku terkejut. Aku merasa marah dan segera menoleh ingin melihat siapa orang yang berani menjitak ku. Saat berbalik ternyata orang itu adalah Kiyoshi. Aku terkejut, marah sekaligus bingung, apapkah salah ku sehingga dia melakukan hal itu. "eh, kenpapa kamu menjitak ku?" tanyaku. "aku mendengar pembicaraan kalian dari tadi, aku tidak suka dibicarakan", katanya dengan marah. Dan dia melanjutkan perkataan nya dengan nada lebih, "DAN AKU PALING TIDAK SUKA DIBILANG SEPERTI PEREMPUAN". Aku pun bertambah marah, "eh, aku tidak perduli kamu suka atau gak, aku hanya mengatakan kenyataan, kamu memang seperti perempuan". Emosi Kiyoshi semakin memuncak dia menarik kerah baju ku dan berkata, "sekali lagi kamu berkata aku seperti perempuan, aku tidak akan segan-segan memukul mu". Aku pun berbalik menantang, "oh ya? Kamu kira aku takut, kalau kamu sampai menamparku, kurasa kamu bukan lagi terlihat seperti perempuan, tapi kamu memang perempuan". Plaak, Kiyoshi menamparku hingga aku terhuyung kebelakang. Kemudian aku kembali berdiri tegak dan berkata dengan emosi yang sangat memuncak, "YOU ARE A GIRL". Dan dia bersiap hendak menampar ku lagi. "KIYOSHI, KIYOSHI", sebuah suara memanggil dari belakang nya, dan ternyata dia Taro Yamashi, tetangga sebelah Kiyoshi. "Kiyoshi, ada yang mencari mu, katanya penting, ayo cepat!", kata nya dengan tersengal-sengal. Kiyoshi pun melepas kan kerah baju ku. Mimik wajah berubah menjadi lebih tenang dan santai, setelah itu dia meninggalkan ku tanpa berkata apa-apa. Aku masih berdiri diam, hanya menatap nya pergi. Sedangkan Lisa langsung berlari mendekatiku, sepertinya dia begitu mengkhawatirkan aku. Setelah itu kami pun kembali kekostan kami.
To be continue. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar