Jumat, 07 Januari 2011

part 4 fiction story / cerita fiksi

. . .
Hari yang cukup cerah untuk libur musim panas ini. Beberapa hari ini tidak ada kejadian yang cukup menarik. Hanya menjalani aktivitas seperti biasa namun lebih banyak aku melewatkan waktuku didalam kamar untuk bersantai. Ya karna aku ini bisa dikatakan orang yang pemalas. Seperti hari ini aku dan Lisa akan nongkrong ditaman. Sudah lama aku tidak melihat Kiyoshi mungkin dia sibuk untuk pertunangan nya. Rasanya cukup bosan juga karena tidak bertengkar dengan dia. "Stephani", sepertinya Lisa sudah memanggilku. "iya, tunggu", sahutku dan langsung berlari turun. "ayo kita pergi", kataku. "emm, steph, sepertinya aku harus kemall untuk membeli pakaian, ini titipan adeku. Jadi sepertinya kita tidak bisa ketaman hari ini", kata Lisa dengan nada menyesal. "tidak apa-apa Lis, kalau gitu aku ngajak Hiro saja", kataku santai agar tidak tampak kecewa. "tapi steph kalau kamu mau ikut aku kemall boleh kok?", ajaknya. "hmm, boleh, ayo pergi!? Tapi aku ganti baju dulu ya?", sahutku dan aku segera berlari keatas untuk ganti baju. Kami pun berangkat hanya menggunakan bus, bukan dengan mobil Limo lagi. Baju pesanan adenya telah dibeli Lisa, kami pun berbelanja beberapa pakaian baru. Sekarang kami akan pergi keStarbucks untuk minum kopi dan beristirahat sebentar karena kami cukup cape. "Steph lihat!?", kata Lisa dan dia menunjuk tangan nya menuju sepasang pria dan wanita yang tampak mesra berjalan dimall. Setelah kulihat lagi ternyata itu adalah Kiyoshi dan Sarah. "ku dengar Kiyoshi sibuk dengan pekerjaan nya yaitu crossdreser. Tapi kenapa dia malah sama tunangannya dimall ya?", lanjut Lisa. "pantesan belakangan ini dia ga kelihatan", kataku. Karena kami tak mau mengurusi urusan orang lain, ya walau aku sedikit penasaran. Kami melanjutkan meminum kopi kami dan ngobrol. Setelah cukup lama dan kurasa mereka tadi mungkin telah berjalan ketempat lain, kami pun kembali. "hey, Lisa", panggil seseorang dari belakang dan aku tahu itu Kiyoshi. Kami tidak segera menoleh kami saling melirik sebentar baru menoleh kebelakang. "hey, Kiyoshi", kata Lisa dengan enggan. Kiyoshi dan Sarah mendatangi kami. Sarah tersenyum pada kami dan kami hanya membalas tersenyum. "sedang apa kalian disini?", tanya Kiyoshi. "kami belanja baju titipan adeku", jawab Lisa biasa. "kalian mau pulang ayo bareng, kami juga mau pulang", ajak Kiyoshi. "tidak, terima kasih!?", kataku ketus pada Kiyoshi. "siapa yang mengajakmu?", balasnya. Aku segera menarik Lisa untuk pergi, tapi ternyata Kiyoshi juga menarik tangan Lisa. "apa yang kau lakukan? Kami mau pergi", kataku. Balas Kiyoshi padaku, "tidak bisa, Lisa belum menjawabku". "baiklah", kata Lisa mendadak, dan ini membuatku kaget karena dia tahu hubungan ku dengan Kiyoshi tidak baik. "maaf Steph, kurasa uang ku tidak cukup untuk kita pulang", kata Lisa pelan. "terserah padamu, aku pulang sendiri", sungguh Lisa sangat menyebalkan. Lisa menarik tangan ku, "Steph aku mohon". Dalam mobil aku hanya diam mereka tampak asyik ngobrol bertiga. "why you just be quiet?", tanya Sarah dengan sopan padaku. "you don't need care her", kata Kiyosii pada Sarah. "hey ini bukan urusanmu Sakura", kataku pada Kiyoshi. "jangan memanggilku Sakura", balas Kiyoshi. "kurasa itu panggil yang cocok untuk anak perempuan sepertimu", kataku padanya. "HEY!?", dia mulai bersuara dengan keras. Sarah dan Lisa tampak kaget, sedangkan aku hanya biasa saja karena aku sudah sering bertengkar dengan Kiyoshi semenjak hari itu. Bisa dikatakan setiap pertumuan kami selalu diwarnai perkalahian kami. Setelah perdebatan itu kami berdua hanya diam saja dimobil hingga sampai didepan rumah ku. Aku dan Lisa segera turun. Sarah sempat melambaikan tangan pada kami, belum sempat kami membalas jendela kaca mobil telah ditutup Kiyoshi. Sebelum Lisa pulang kerumahnya aku sempat marah padanya, yah dia hanya bisa mengatakan maaf dengan wajah bersalah. Ini malah membuatku seperti tersangka. Aku pun masuk kekamar. Mandi, berganti pakaian, dan tidur.

To be continue . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar