. . .
Hari menjadi semakin panas, matahari telah tepat diatas. Aku tertidur dengan nyenyak dengan angin berhembus kencang dari sebuah mesin yang bernama AC. Sungguh nyaman dalam cuaca seperti ini, musim panas. "Steph! Stephani!", ada suara yang sangat familiar memanggil dan ini sangatlah mengganggu. Dengan enggan dan malas aku berjalan menuju jendela kamarku dan mendongak keluar. Ternyata benar dugaanku Lisa dan yang lain. 'Pasti mereka ingin mengajakku bermain basket' kataku dalam hatiku. "ayo buruan, cepat turun!?", teriak Hiro yang tak sabaran sambil memutar bola diujung jari telunjuknya. "iya tunggu bentar, aku cuci muka dulu ya", kataku dengan enggan. Aku segera masuk dan mencuci mukaku, terasa lebih segar dan nyaman. Maksudny ngantuknya sedikit berkurang. Lalu aku segera turun dan menemui mereka. Kemudian kami segera ke taman.
"kalian main duluan aja", kataku sesampai dilapangan. "tapi orang nya kurang, ayolah steph", ajak Lisa. Sebelum sempat menyahut ada yang terlebih dahulu bicara, "bagaimana kalau aku ikut main?". Sumber suara itu membuat ku langsung emosi. "TIDAK!? Aku akan main, aku tidak mau perempuan itu main disini", sahut ku dengan nada sedikit emosi. "kenapa kau suka sekali mencari masalah dengan ku?", kata Kiyoshi yang ikut emosi. "bukan kamu yang mulai duluan", balasku lagi. "Sudah! Hentikan, kalian seperti anak saja", kata Lisa yang sudah lelah mendengar perdebatan kami. Akhirnya Kiyoshi mengalah, namun dia berkata dengan ketus, "baiklah aku pergi". Kami pun bermain, huh sungguh sangat membuat kami sangat lelah. Saat pulang kami bermain-main dengan bola basket tersebut. Sampai akhirnya bola tersebut terpental kekepala seorang ibu. Ternyata ibu itu adalah janda yang tinggal diseberang rumah Lisa, ibu itu sangat lah sehingga tanpa pikir panjang kami segera lari. Ibu itu mengejar kami, kami berlari terus hingga dekat rumahku. Tepatnya didepan rumah Kiyoshi, aku bertetangga dengan Kiyoshi. Tanpa pikir panjang saat melihat banyak mobil mewah yang berderet, 2 mobil Limo, dan sisanya tampak seperti mobil sedan namun tampak sangat mewah. Tak heran buatku karena setau ku Kiyoshi anak orang kaya. Jadi mungkin saja ini mobil teman ayahnya. Aku segera memberitahu yang lain untuk masuk kedalam mobil. "hei, cepat masuk kemobil kita sembunyi didalam mobil saja". Mereka pun mengikuti perkataan, karena tak tahu tempat lain lagi yang bisa digunakan untuk sembunyi. Sakura, Kyo, dan Koji masuk dalam mobil Limo dibelakang mobil yang aku, Lisa, dan Hiro masuki. Aku merasa cukup lega karena dapat bersembunyi dari janda galak itu. Tapi baru saja aku merasa lega, dengan takut-takut seperti orang melihat setan mereka berdua menunjuk kesebelah. Dengan heran dan tak mengerti aku segera menoleh. Dan aku sangat terkejut hingga membuat jantungku hampir copot. "Om Obama?", hanya itu yang bisa keluar dari mulut saat itu.
To be continue. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar