Senin, 10 Januari 2011

part 5 season 2 fiction story / cerita fiksi

Airmataku terus mengalir tanpa aku sadari. Aku melanjutkan makian ku, "kau gila? Apa kau ingin mat. . .", kata itu tak sempat terucap. Kiyoshi menarikku dan langsung mencium bibirku. Aku tidak marah malah aku merasa lebih tenang karena bibir nya yang begitu hangat menyentuh bibirku. Aku memejamkan mata dengan perlahan, aku merasa hanya ada kami berdua saja. Dan dorr aku tersadar kami berada ditengah jalan yang ramai dan aku berciuman dengan Kiyoshi. Aku segera melepaskan diri. Menyentuh bibirku sambil menatap nya. Kemudian aku lari kemana pun aku bisa tanpa tahu arah dan tujuanku. Dan Kiyoshi masih berdiri disana, diam dan aku rasa dia juga shock dengan hal tadi. Akhirnya aku berhenti karena lelah dan aku mulai bicara pada diriku sendiri, "apa yang kulakan? Itu ciuman pertamaku, bagaimana mungkin itu terjadi? Seharusnya tadi aku menamparnya baru pergi. Bodohnya aku".
Ditempat kejadian, pria itu sudah K.O. dan Kenji hanya terluka sedikit. "kak Kenji tadi Kiyoshi mengikuti Stephani. Apakah kita harus menyusul?", tanya Lisa. Kenji tersenyum dan berkata dengan santai, "tidak perlu, aku rasa ini akan bertambah menarik", semua tampak bingung. Begitu lah yang diceritakan Lisa saat aku pulang, aku tidak menceritakan kejadian itu.
Setelah kejadian hari itu setiap kami berdua bertemu tidak lagi bertengkar melainkan kami selalu salah tingkah. Hal ini membuat teman-teman yang lain bingung dan curiga. Sampai-sampai Lisa terus bertanya kejadian hari itu padaku dan aku hanya bisa meyakinkan nya bahwa malam itu tidak terjadi hal apapun. Akhirnya Lisa berkata dia percaya. Ya walau aku tahu sebenarnya dia masih curiga, paling tidak dia tidak bertanya lagi. Dan sejak saat itu pula banyak gosip, ada yang mengatakan kami jadian sampai hanya untuk mencari perhatian. Bahkan ada juga yang bertaruh berapa lama kami akan sanggup bertahan agar tidak bertengkar. Aku dan Kiyoshi tidak bisa melakukan hal apapun. Dan malam itu hanya kami berdua yang tahu. . .

To be continue. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar