Jumat, 07 Januari 2011

part 3 fiction story / cerita fiksi

. . .
Masih dalam keadaan kaget semua penjaga mengerumuni 2 mobil yang kami naiki, siap untuk menyeret kami keluar. Tapi entah mengapa penjaga yang berada dibelakang telah bubar dan kembali ke tempat mereka. Setelah dilihatnya kebelakang, Obama pun tersenyum dan membuka kaca jendela untuk menyuruh mereka kembali. "are you Kiyoshi's friends?", Obama berkata dengan tiba-tiba. Aku dan yang lain hanya diam karena masih cukup terkejut dan tambah bingung setelah mendengar pertanyaan Obama. "hello? Do you hear me?", kata Obama kembali dan ini cukup untuk membuat kami sadar. "yes, we're his friends, sir", sahut Lisa, dan kami berdua hanya bisa diam. "sorry if we're impolite, because we don't know it's yours, really sorry", tambah Lisa lagi. "it's okay, don't be worry", kata Obama dengan tersenyum, dan ini cukup membuat ku tenang. Kemudian Obama bertanya padaku, "by the why you call me om Obama?". Dari kebisuan ku aku mulai bicara, "sorry, I just so surprise can meet. So when I see you, i direct call om Obama because in Indonesia we usually call you likethat. Sorry if you don't like it". "oh it's okay, it's unique. You can call me like that. But why you come to Japan?", balas om Obama sekaligus bertanya padaku. "I college here", menjawab pertanyaan nya dengan sedikit takut, dan dibalas dengan om Obama dengan tersenyum. Lalu mobil pun jalan, tanpa pikir panjang aku langsung bertanya, "where are we going? You want to kill me because we get into your car without permission". Om Obama pun tertawa. "You're really funny, you like little girl. Hahahag", kata om Obama. "we will go to retaurant for dinner. Would you go with us?", lanjut om Obama, belum sempat kami menyahut om Obama melanjutkan perkataannya, "ops, I think you don't have choise". Dan kami hanya bisa diam dan tersenyum. ''by the way, who are you?", tanya om Obama. "My name is Stephani", "My name is Lisa Lay, Stephani's friend from Indonesia", "I'm Hiro, Takeshi Hiro", kami memperkenal nama kami masing-masing. Kemudian semua menjadi sepi karena kami tidak berani bicara. "may I know, why you get in my car with a rush?", suara om Obama memecah kesunyian. Lisa pun menceritakan nya pada om Obama, menurutku dia cukup terhibur dengan cerita kami. Dan dia pun meminta kami agar nanti segera meminta maaf, karena harus menerima konsekuensi setiap perbuatan. Dan kami pun mengiyakan. Di tengah perjalanan aku meminta untuk memberhentikan mobil. Dengan bingung om Obama hanya mengiyakan tanpa curiga. Tak lama aku pun kembali, "I buy takoyaki, I think you will like it. Ever you been eaten it?", kata ku langsung pa om Obama. "hmm, Not yet. I think it's delecious", om Obama langsung mengambil satu dan memakan nya, dan aku membagi pada yang lain.
Akhir nya kami tiba direstoran, saat turun dari mobil aku segera berkumpul dengan Kyo, Koji, dan Sakura. Mereka tak terlalu kaget saat om Obama keluar dari mobil. Kami pun segera masuk kedalam restoran dan kami berenam mengikuti dari belangkang. Tak lama kami berjalan aku baru menyadari bahwa ada seorang gadis yang menggandeng tangan Kiyoshi. Dia tampak senang. Setiba didalam kami memesan makanan, namun kami duduk dimeja yang terpisah. Aku bersama teman-temanku, tapi meja kami tidak jauh dari meja om Obama. Sehingga aku bisa mendengar pembicaraan om Obama yang menyuruh Sarah dan Kiyoshi untuk mulai memesan makanan. Ternyata nama gadis yang menggandeng Kiyoshi itu Sarah, tapi apa hubungan mereka. Aku masih sangat penasaran, aku hanya diam agar dapat mendengar pembicaraan mereka. Setelah beberapa lama aku menunggu akhir om Obama mulai berbicara, "By the way Kiyoshi,
whether you've set a date for
your engagement?". Itu membuat kami terkejut sampai-sampai Lisa menjatuhkan garpunya. Menyadari hal itu om Obama langsung bertanya pada kami, "don't you know it, do you?". Kami hanya menggelengkan kepala. "sorry sir, I am not tell them yet. I want to give them a surprise", kata Kiyoshi. "oo, sorry Kiyoshi, I think they know it", kata om Obama biasa saja. "it's okay sir, I think it's more good because they know from president America", kata Kiyoshi dengan sopan. Lalu mereka tertawa. Kami pun pulang setelah selesai makan, kami semua ikut dalam mobil Limo milik Kiyoshi. Dan Sarah ikut om Obama. Dalam perjalanan teman-teman yang terus bertanya pada Kiyoshi, dan aku hanya diam karena aku tidak pernah akrab dengan Kiyoshi. Ternyata Sarah keponakan dari om Obama, dan kedua orangtua nya telah meninggal dan yang mengurusnya sekarang adalah om Obama. Karena om Obama ada tugas di Jepang jadi sekaligus menemui Kiyoshi. Hari yang tidak pernah kusangka dalam hidup ku, bertemu president america, Kiyoshi akan bertunangan, dan naik mobil limo. Aku merasa lelah dan tertidur dalam surgaku yaitu kamarku.

To be continue . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar