Jumat, 15 April 2011

part 3 (ending) just with a kiss

"yang jadi masalah bagiku adalah kakak tidak bisa bersikap biasa padaku. Apa salahku pada kakak? Aku hanya ingin kakak memperlakukan aku seperti yang lain. Aku tau kakak sangat dingin, tapi kakak bahkan lebih dingin padaku".
Shine masih saja diam.
"aku ingin selalu berada didekat mu shine, sangat dekat", cassie melanjutkan dengan pelan, "aku menyukai mu shine".
Cassie menunduk dan wajah merah padam.
Shine kemudian pergi tanpa berkata sepatah kata pun. Cassie masih duduk diam disana, sesuai praduga cassie. Cassie merasa bodoh atas perkataannya tadi. Malam itu cassie tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Pagi harinya paman steve bangun dan segera kekamar cassie. Paman steve melihat kaki cassie yang berubah menjadi ekor kembali. Paman steve segera membangunkan cassie. Cassie bangun, kemudian paman steve memberitahu cassie tentang kakinya. Melihat reaksi cassie seperti dia sudah mengetahuinya. Paman steve pun bertanya tentang kejadian semalam. Pertama cassie hanya diam dan menatap pamannya, cassie mulai bercerita bahkan tentang perasaannya pada shine. Setelah itu paman steve memeluk cassie, karena merasa kasihan padanya. Saat sarapan cassie tidak berani menatap wajah shine, cassie malu atas kejadian semalam. Semenjak itu cassie selalu salah tingkah saat berhadapan dengan shine. Cassie tidak lagi bisa keluar dari rumah atau pun turun kebengkel. Windy sempat menanyakan hal itu, dan paman steve mengatakan dia sudah pindah ikut keluarga yang lain.
Malam natal pun tiba, windy mengadakan acara makan dirumah dia mengundang paman steve dan shine. Mereka harus menghadirinya karena windy mengundang mereka secara langsung jadi mereka terpaksa meninggalkan shine sendiri dirumah. Saat hampir tengah malam, 10 menit sebelum hari natal lampu mati. Mereka terkejut, hal ini jarang sekali terjadi di jepan. Shine langsung pergi meninggalkan rumah windy dan berlari pulang. Paman steve tersenyum kecil, sedangkan windy dan keluarganya tampak bingung. Saat shine sampai dirumah, shine langsung menuju kamar cassie. Disana cassie sedang duduk didepan jendela, terkejut melihat shine, cassie tidak berkedip. Shine langsung berlari kearahnya dan memeluk cassie. Cassie sangat terkejut.
"kamu tidak apa-apa?", tanya shine khawatir.
Cassie masih diam dan masih terkejut. Setelah itu shine melihat cassie, dan sepertinya tidak terjadi apa-apa shine memeluknya lagi. Cassie balas memelukny dan berkata, "aku senang kakak mengkhawatirkanku". Shine sadar apa yang terjadi dan malu. Sebelum sempat shine melepaskan pelukan itu, cassie lanjut berbicara, "bisakah aku melewatkan malam natal ini bersamamu, shine? Biarkan malam natal ini aku memanggil namamu saja".
Shine diam. Tak lama setelah itu kembang api pun menghiasi langit seperti bintang yang bersinar. Malam natal telah menjadi hari natal. Mereka melihat kembang api itu, dan cassie berada dalam pelukan shine yang hangat.
Ternyata mereka tertidur sambil bersandar dijendela. Cassie berada masih dipelukan shine. Matahari mulai terbit dan cassie pun terbangun, melihat shine dihadapannya dia sangat senang.
"kak maaf, anggap lah ciuman ini sebagai kado natal untukku", kata cassie pelan.
Cassie mencium shine lembut. Ups, dia lupa jika dia mencium shine maka kakinya akan kembali berarti cassie akan telanjang. Cassie tersadar dengan cepat dia ketempat tidurnya, mengambil selimut dan membalut tubuhnya. Cassie melihat shine masih tidur, dengan pelan dia melangkah keluar. Lalu sebuah suara yang mengagetkan dia dari belakang.
"lalu apa hadiah natalku?", kata shine.
Cassie terkejut dan berhenti melangkah, dia berbalik. Ternyata shine sudah bangun dari tadi dan sengaja berpura-pura tidur. Shine bangun dan berjalan menuju cassie, menatap cassie, dan mengecup bibir cassie.
"itu adalah ucapan selamat hari natal dan kemudian ini adalah hadiah untukku", kata shine nakal.
Shine kemudian mencium cassie dengan lembut.
Paman steve sedang menunggu mereka dimeja makan. Paman steve kaget melihat shine dan cassie bergandengan tangan.
"aku tak menyangka hubungan kalian akan secepat ini", paman steve menyindir.
Mereka pun makan, saat selesai makan, cassie melihat didekat pohon natal kecil itu ada roti dan susu. Cassie bertanya untuk apa itu. Lalu paman steve memberitahu bahwa itu untuk santa claus seperti semacam sesajian tapi beda. Setelah mendengar itu kepala cassie tiba-tiba sakit dan pingsan. Shine dan paman steve terkejut, mereka membawanya kekamar.
***
"KEMBALIKAN AYAH DAN IBUKU, HUAAA. Apa gunanya sesajian ini bila kau tetap mengambil ayah dan ibuku", cassie menangis dan meraung. Dia merusak semua sesajian dipinggir laut itu. Lalu tiba-tiba muncul sesuatu dari lautan.
"jangan kau rusak semua sesajian itu", kata mahluk itu.
"Kembalikan ayah dan ibuku", kata cassie.
"aku tidak bisa mengembalikan ayah dan ibumu, karena itu sudah menjadi takdir mereka", kata mahluk itu.
"aku tidak percaya", cassie menangis.
"aku yakin kamu akan menemukan kebahagiaanmu, hanya itu yang bisa aku berikan. Tapi karena kelakuan mu yang nakal aku akan mengubahmu menjadi putri duyung. Kamu akan mendapat kakimu kembali jika kamu telah menemukan cinta sejatimu. Hanya dengan sebuah ciuman tulus darinya maka kamu akan mendapat kakimu yang tak akan pernah kembali menjadi ekor ikan lagi", kata mahluk itu.
Lalu kaki cassie berubah jadi ekor ikan, cassie terjatuh kepala terkena batu cassie pun lupa akan kejadian itu.
***
Cassie bangun dia melihat paman steve dan shine. Cassie langsung memeluk shine.
"kamulah cinta sejatiku shine. Aku mencintaimu".

The End☆

Tidak ada komentar:

Posting Komentar