beberapa hari setelah kejadian itu, cassie jadi bisa keluar rumah. Dia mulai mengerti dunia luar dan dia sudah bisa berjalan tanpa bantuan tongkat lagi. Suatu hari datang seorang gadis yang kira-kira seumuran cassie, dia datang membawa sesuatu yang terbungkus ditangannya. Cassie menyambut kedatangan nya dan bertanya kedatangannya kemari untuk mencari siapa. Gadis itu tampak terkejut dan juga penasaran, sebenarnya siapa gadis yang dihadapannya.
"kamu siapa?", tanya gadis itu.
"aku cassie, aku baru pindah kesini. Kamu siapa ya? Dan mau cari siapa?", jawab cassie, dan kembali bertanya.
"untuk apa kamu tinggal disini?", tanya gadis itu.
"aku pindah kesini dengan pamanku, karena pamanku bangkrut dan kami belum menemukan tempat tinggal baru. Jadi, untuk sementara kami akan tinggal disini", jawab cassie.
Kemudian gadis itu menggangguk pelan, tampaknya gadis itu merasa lebih tenang.
"lalu siapa? Dan mau mencari siapa?", tanya cassie lagi.
"o ya, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku windy, salam kenal", jawab windy.
Windy langsung masuk meninggalkan cassie, cassie bingung dan tak mengerti kemudian cassie hanya mengikutinya. Windy berjalan menaiki tangga, dan akhirnya berhenti disebuah pintu, pintu itu adalah milik shine. Windy langsung masuk dan menutup, meninggal cassie dibelakang. Cassie menggaruk kepala kemudian meninggalkan tempat itu. Cassie pergi kekamar pamannya disana di bercerita tentang kejadian tadi, dan paman steve hanya menggangguk dan mengatakan bahwa windy itu teman dekatnya shine dan mungkin saja mereka sudah pacaran. Cassie tampak lesu kemudian cassie ingin tahu darimana dia kenal dengan windy. Paman pun menceritakan masa lalunya. Dulu waktu paman steve belum sukses dia bersahabat dengan ayahnya shine. Jadi paman steve mengenal shine dari kecil begitu juga windy. Karena windy merupakan teman shine dari kecil, dan paman steve sudah tahu bahwa windy menyukai shine dari kecil. Setelah itu, saat shine berumur 17 tahun ayahnya sudah meninggal sejak kecil dan ibunya meninggal sesaat setelah melahirkan shine. Sejak saat itu shine hidup sendiri. Sejak itu pula paman steve harus pindah bekerja ketempat yang cukup jauh jadi paman steve tidak bisa sering mengunjunginya. Tapi setelah mendengar apa yang terjadi pada paman steve, shine langsung menawarkan tempat untuk mereka tinggal sementara. Setelah mendengar cerita itu cassie menggangguk paham dan kembali kekamarnya. Cassie berpikir shine cukup kasihan karena shine pasti merasa kesepian. Cassie bersyukur meski orang tua juga sudah meninggal tapi dia masih mempunyai paman steve. Kata paman steve orang tuanya meninggal karena kecelakaan saat pergi kelaut untuk mencari ikan, orang tua nya hilang diterpa ombak.
Setelah kejadian hari itu cassie menjadi sering bertemu windy yang selalu datang mengantar makanan untuk shine. Dan cassie juga sedang duduk disana melihat shine sedang memperbaiki motor pelanggannya. Saat itu windy datang membawa kue untuk shine. Cassie tidak suka dengan hal itu atau mungkin cassie cemburu. Karena shine bisa tersenyum saat bersama windy tapi kenapa tidak dengan cassie. Kadang shine juga akan tersenyum pada paman steve atau pelanggannya. Memang sifat dasar shine itu dingin tapi pada cassie sifat dapat dikatakan luar biasa dingin. Kemudian windy menawarkan kue yang dibawanya kepada cassie, tapi saat itu suasana hati cassie masih tidak senang karena melihat kedekatan shine dengan windy. Cassie mendorong tangan windy hingga kue itu terjatuh kemudian cassie berjalan keluar dari tempat itu. Sayang sebelum sempat cassie pergi shine mencengkram lengan cassie, dan menyuruhnya minta maaf, "minta maaf padanya".
"TIDAK!?", bentak cassie.
Shine kemudian mengatakan hal yang sama. Dan cassie pun begitu. Cassie mencoba melepaskan diri dari cengkraman shine yang kuat, cassie merasa kesakitan.
"lepaskan. Sakit", kata cassie.
Tapi tetap mengatakan hal yang sama. Kemudian windy mendekati mereka. Windy meminta shine untuk melepaskan cassie. Shine langsung melepaskan cassie, cassie pergi meninggalkan shine dan windy. Hingga malam hari saatnya makan malam cassie belum pulang. Paman steve bertanya pada shine tapi shine hanya menjawab tidak tahu. Kemudian paman steve ingin pergi mencari cassie, tapi shine menghentikannya dan menawarkan diri mencari cassie.
Shine mencari cassie cukup lama hingga akhirnya menemukan cassie disebuah gang kecil yang cukup gelap. Disana dia melihat cassie sedang duduk, shine mendekat dan ternyata kaki cassie kembali menjadi ekor. Cassie menangis sendirian, kemudian shine langsung menggendong cassie, cassie sangat terkejut. Dia memberontak dan dia menjerit.
"DIAM", bentak shine.
Cassie terdiam sejenak dan menatap shine. Kemudian Cassie memeluk shine erat sambil menangis. Saat sampai dirumah ternyata paman steve tertidur diruang tamu menunggu mereka pulang. Shine menggendong cassie kekamarnya dan segera meninggalkannya. Sebelum shine berbalik cassie menarik baju shine. Shine terjatuh menimpa cassie, mereka bertatapan dan wajah mereka memerah. Shine segera berbalik, cassie meminta shine menunggu karna ada yang ingin dikatakan oleh cassie. Shine berhenti dan cassie mulai bicara, "apa kakak masih marah?"
Shine diam.
"aku minta maaf atas kejadian tadi pagi, aku sangat menyesal".
Shine masih diam.
"sebenarnya aku benci melihat kakak dekat dengan windy", Cassie diam sebentar, melanjutkan lagi, "Tapi, itu bukan menjadi masalah besar bagi ku, karna aku tahu kakak dekat dengannya sejak kecil. Yang jadi masalah bagiku . . . "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar