Kamis, 14 April 2011

part 1 just with a kiss

hari itu cassie tak ingat apa pun, sejak itu dia tinggal dengan seseorang yang mengaku keluarganya. Cassie memanggilnya dengan sebutan Paman steve. Lalu suatu hari paman steve pindah karena bangkrut, dia berkata bahwa dia akan pindah ketempat temannya yang bersedia menampungnya dan Cassie. Mereka pindah pada malam hari agar tidak diketahui orang lain. Dan itu juga merupakan pengalaman luar biasa buat Cassie, jarang sekali Cassie bisa melihat dunia luar karena keadaan nya yang tidak seperti manusia biasa. Bagian kaki Cassie menyerupai ekor ikan, yang biasa disebut putri duyung. Cassie tak pernah tahu kenapa bisa begitu, dia pun tak pernah bertanya pada pamannya karena setiap cassie bertanya pamannya akan mengalihkan pembicaraan atau pura-pura tidak mendengar.
Lalu mereka sampai disebuah bengkel kecil, disana ada seorang montir muda yang sedang memperbaiki sebuah motor. Cassie masih berada digerobak, satu-satunya cara membawa Cassie karena mereka bahkan tidak mempunyai mobil. Paman steve harus mendorong Cassie dengan susah payah, jarak yang ditempuh mereka sangat lah jauh. Lalu paman steve segera menyapa montir muda itu. Lalu mereka berpelukan seperti teman yang lama tidak bertemu. Lalu paman menunjuk kearah cassie, dia hanya mengangguk. Cassie menjadi bingung karena pria itu tampak biasa saja saat melihat cassie, bahkan pria itu hanya tampak beberapa tahun lebih tua dari cassie. Bagaimana pamannya bisa mengenal pria itu. Setahu cassie pamannya hanya punya teman om-om pembisnis. Paman steve kemudian mendorong gerobak cassie masuk sambil berkata, "untuk sementara kita akan tinggal disini". "iya", balas cassie singkat. Kemudian teman paman steve menyuruh paman steve untuk naik dan beristirahat, paman langsung mengiyakan dan minta tolong agar menbantu menurun kan cassie. Cassie dan pria itu pun berkenalan, nama pria itu adalah Shine. Shine segera menurunkan Cassie, tapi karena tersandung mereka berdua hampir terjatuh. Memang mereka beruntung tidak terjatuh tapi tak sengaja mereka tercium. Keajaib yang tak pernah dikira Cassie pun terjadi ekor ikan cassie menghilang dan berubah menjadi kaki. Cassie berdiri tepat didepan shine dengan tubuh telanjang, wajah shine langsung memerah. Shine segera mencari kain yang ada didekatnya dan menutupi tubuh cassie. Cassie masih beku karena tak percaya apa yang terjadi padanya. Tak lama kasih pun jatuh terduduk karena tak terbiasa dengan kakinya, dia belum bisa berdiri dengan benar. "apa yang terjadi?", tanya shine yang ternyata juga tampak sngat bingung. Cassie hanya menggeleng kemudian mencoba untuk berdiri, tapi tidak bisa. Shine langsung mengendong nya, cassie diam dalam pelukan shine, dia terkejut dan kemudian menatap shine. Shine menggendongnya sampai sebuah kamar dilantai atas yang sepertinya memang dipersiapkan untuk Cassie, shine menurunkan cassie, "aku akan mengambilkan baju untukmu", kata Shine tanpa ekspresi yang jelas. Kemudian cassie kembali melihat kakinya dengan pandangan tak percaya, dia memegang kakinya. Melepaskan kain yang ditubuhny dan mencari pegangan yang ada didekatnya dan mencoba berdiri. Dia berhasil berdiri dengan tegap, kemudian mencoba berjalan tapi dia terjatuh. Tiba-tiba Shine masuk, pakaian yang ada ditangannya jatuh wajahnya pun kembali memerah segera meraih kain tadi dan menutupi tubuh Cassie. "pakai baju itu", kata shine sambil menunjuk pakaian yang jatuh tadi dan langsung pergi meninggalkan Cassie. Cassie bingung mengapa wajah shine memerah saat melihat cassie. Cassie masih belum mengerti tentang dunia luar, baginya telanjang hal yang biasa. Bahkan cassie sekarang bingung bagaimana cara memakai pakaian tadi. Kemudian cassie mencoba berdiri dan berjalan sambil berpegangan. Pertama cassie mengambil bajunya, kemudian keluar kamar hanya dengan kain yang berbalut ditubuhnya, dia mencari kamar pamannya. Kemudian cassie menemukan sebuah pintu, tanpa tahu itu pintu milik siapa, cassie langsung membuka pintu itu. Dan ternyata itu adalah kamar Shine yang bersebelahan dengan kamar cassie. "maaf, aku mencari kamar pamanku, apakah kakak tau ada dimana?", tanya cassie polos. "apa maumu?", shine balik bertanya. Cassie menjawab dengan pelan dan takut, "aku tidak tahu cara memakai ini". Shine kemudian mengajari cassie cara memakai pakaian itu, setelah itu cassie berjalan pelan kembali kekamarnya dan memakai pakaian itu. Cassie sangat senang dengan pakaian dan kaki barunya. Karena perjalanan yang cukup jauh cassie pun merasa lelah dan tertidur.
Pagi harinya Paman steve berniat membangunkan cassie yang masih tidur. Tapi paman steve terkejut melihat kaki cassie. Shine datang kekamar cassie, kemudian shine menceritakan kejadian kemarin. Paman steve sangat bersyukur akan hal itu, paman steve kaki itu akan bertahan untuk selamanya. Setelah itu paman steve membuatkan tongkat untuk membantu cassie berjalan, sebelum dia bisa berjalan sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar